Teknologi
Antarmuka Telematika
Nurhadi
Wibowo
(16113663)
4KA08
Jurusan
Sistem Informasi
Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas
Gunadarma
ABSTRAKSI
Saat ini Telematika muncul sebagai bidang ilmu yang memfokuskan pada
peningkatan interaksi di antara manusia atau proses melintasi jarak dan waktu
melalui aplikasi Information and
Communications Technology (ICT). Dalam penulisan Artikel ini, penulis membahas
tentang Fitur pada antar muka telematika, fitur antarmuka disini merupakan
salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi
antara pengguna dengan sistem operasi. Dalam pemakaiannya komponen sistem
operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna.penulisan artikel fitur pada
antarmuka telematika akan berfokus untuk membahas antar muka pada telematika,
fitur pada antarmuka pengguna telematika, manfaat dan kerugian penggunaan pada
telematika. Banyak fitur teknologi yang di gunakan untuk pengembangannya, salah
satunya video conference.
Kata Kunci : Telematika, Fitur
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perubahan merupakan bagian dari kehidupan
manusia. Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang
panjang, menghasilkan peradaban. Beberapa ilmuan telah membuat pembabakan atau
periodisasi peradaban manusia, salah satunya adalah Alvin Toffler. Zaman
informasi ini, menegaskan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi faktor
penghambat dalam hubungan antara manusia atau antar lembaga usaha. Berbagai
informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat
diikuti dimanapun berada. Istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead”
makin lama makin nyata kebenarannya. Zaman informasi menyebabkan jagad ini
menjadi suatu “dusun semesta” atau “global village”. Zaman informasi yang sudah
berkembang sedemikian rupa seperti sekarang ini, hanya mungkin dengan adanya
dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak
informasi. Teknologi telematika (selama beberapa dasawarsa ini) telah
berkembang sehingga mampu menyampaikan (mentransfer) sejumlah besar informasi
dan telematika. Telematika itu sendiri adalah istilah untuk mendefinisikan
Telekomunikasi melalui media informatika.
Berdasarkan definisi di atas telematika
sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Karena
kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti: Digital signal
processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi: Routing, security,
dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll. Interoperabilitas: pensinyalan,
operating system dan data base. Fiber optics, Network performance and Qos.
Pengembangan software. Interface dalam telematika meliputi banyak hal,salah
satu nya adalah video conference. Layanan video conference merupakan layanan
komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Salah satu fitur
yang terdapat pada interface telematika seperti : Aplikasi Berbasis Web
(berteknologi internet) yang tidak perlu diinstall di setiap client dan bisa
jalan di sistem operasi apapun (Open System). Interface dalam telematika
meliputi banyak hal, salah satu nya adalah video conference,
Layanan video conference merupakan layanan
komunikasi yang melibatkan video dan audio secara real time. Teknologi yang
digunakan untuk layanan video conference komersial pada awalnya dikembangkan di
atas platform ISDN (Integrated Switch Digital Network) dengan standar H.320.
Perangkat-perangkat lainnya seperti : LCD Proyektor 7 9, Printer LazerJet atau
DeskJet dan BubleJet 25 30, Ploter 1 1, Scanner 4 5, Digitizer. Dari Aplikasi
Keselamatan dan Keamanan misalnya adalah SOS, Kontrol Jarak Jauh, Tracking
Otomatis. Dalam Hiburan juga ada seperti : Musik, Video, Game. Sedangkan,Infrastruktur komunikasi untuk
mendukung teknologi telematika antara lain adalah jaringan seluler (HP),
jaringan Satelit, jaringan Siaran Radio atau TV, jaringan Titik Akses dan lainnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Antar Muka Pemakai
Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan
mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai
(User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan
informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran
masalah sampai ditemukan suatu solusi user interface, berfungsi untuk
menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES),
menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara
menyeluruh dengan langkah-langkah yang tepat sehingga user mengerti apa yang
akan dilakukan terhadap suatu sistem. Paling utama dalam membangun user
interface adalah kemudahan dalam memakai atau menjalankan sistem, interaktif,
komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan atau membangun suatu
program jangan terlalu diperlihatkan.
Pengertian antarmuka adalah salah satu
layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna
dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang
bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu
Command Line Interface dan Graphical User Interface (GUI)
·
Command
Line Interface (CLI)
CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna
berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan
perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan
baris-baris tertentu. Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi
memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama
CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating
System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada
Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI
pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada apple namanya adalah commandshell
·
Graphical
User Interface
GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh
pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik,
ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse
atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP
( window, icon, menu, pointing device). Terdapat 6 macam fitur yang terdapat
pada antarmuka pengguna telematika.
Fitur tersebut antara lain :
·
Head Up
Display System
Head Up
Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa
mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang
biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan
kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke
arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan
militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraan
bermotor dan aplikasi lainnya.
·
Tangible
User Interface
Tangible
User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat
berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial
Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah
Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin
Tangible Media Group.
Pandangan
istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk
fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan
diamati secara langsusng.
·
Computer
Vision
Computer
Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang
melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang
digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi
dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan
video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari
hasil pemindaian medis.
·
Browsing
Audio Data
Browsing audio
data adalah kemampuan mesin untuk mencari data dengan menggunakan input audio.
Suatu ketika kita mendengarkan sebuah kilasan lagu dan kemudian kita merasa
terkesan dengan lagu tersebut. Meskipun kita hanya mendengarkan secara sekilas,
tetapi membuat kita ingin tahu lagu siapakah itu?
Browsing
audio data pada suara tidak seperti browsing teks pada tulisan. Hal ini
disebabkan perbedaan sifat antara tulisan dan suara. Pada tulisan, apa yang ditulis bisa tetap ada
secara permanen tertulis sedangkan pada
audio atau suara sifatnya hanyalah sementara maksudnya setelah bunyi suara terdengar maka selanjutnya suara tersebut
akan menghilang. Karena sifat suara yang tidak permanen itulah maka untuk melakukan pencarian dalam
audio data harus selalu dilakukan pengulangan dalam membunyikan suara tersbut.
Browsing audio data dilakukan dengan cara konsep pendengar dan
pembicara/speaker. Sebuah rekaman suara dirubah menjadi beberapa bagian dan
setiap bagian akan dibunyikan oleh pembicara/speaker yang berbeda. Semua bagian
dari rekaman tersebut dibunyikan secara bersamaan atau dengan kata lain semua
pembicara atau speaker sedang berbicara
dalam waktu yang sama. Pendengar mendengarkan semua suara dari semua pembicara
atau speaker, jika ada perkataan dari
seorang pembicara (misalnya pembicara 1) yang sama atau mirip dengan kata-kata search-key yang sedang dicari maka
suara dari pembicara yang lainnya akan dikecilkan untuk memperjelas dan memastikan bahwa suara
dari pembicara 1 adalah yang sama kemudian didapat kesimpulan bahwa sebuah rekaman yang tadinya dipotong
menjadi beberapa bagian itu adalah data audio yang sedang dicari.
·
Speech
Recognition
Dikenal
juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau
pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu
fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice
recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana
sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus
perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek
dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang
berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech
Recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan
pembicaraan siapa saja.
·
Speech
Synthesis
Speech synthesis
merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang
digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada
perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah
bahasa normal menjadi pembicaraan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Konferensi Video
Teknologi inti yang digunakan dalam konferensi video adalah sistem
kompresi digital audio dan video stream secara nyata. Perangkat keras atau
perangkat lunak yang melakukan kompresi disebut codec. Angka kompresi dapat
dicapai hingga 1:500. Digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi
paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital (biasanya ISDN
atau IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan
penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi
kecepatan rendah, seperti videotelephony, karena POTS mengubah getaran digital
ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.
Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:
a. Video input: kamera video atau webcam
b. Video output: monitor komputer, televisi atau
proyektor
c. Audio input: mikrofon
d. Audio output: biasanya pengeras suara yang
berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
e. Data transfer: jaringan telepon analog atau
digital, LAN atau Internet
Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video:
1. Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen
yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan
kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol
dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta
memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua
hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras
berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor
televisi dengan pengeras suara dan proyektor video.
Ada beberapa jenis perangkat yang
didedikasikan untuk konferensi video:
1.
Konferensi
video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal
untuk ruangan besar dan auditorium.
2.
Konferensi
video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih
murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
3.
Konferensi
video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna,
mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam
konsol.
2. Sistem desktop biasanya menambahkan papan
perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi
perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat
digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap
muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323.
Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga
dikenal sebagai emeeting.
1. Acoustic echo cancellation
Fitur mendasar dari sistem konferensi video
profesional adalah Acoustic Echo Cancellation atau AEC. Echo dapat
didefinisikan sebagai sumber gelombang interferensi yang direfleksikan dengan
gelombang baru yang diciptakan oleh sumber. AEC adalah suatu algoritma yang
mampu mendeteksi ketika suara atau ucapan masuk kembali ke audio input dari
codec konferensi video, yang berasal dari keluaran audio dari sistem yang sama
setelah beberapa waktu. Apabila tidak diperiksa, dapat menyebabkan beberapa
masalah seperti:
A.
Mendengar
kembali suara sendiri (biasanya tertunda secara signifikan).
B.
Kuat
gema, membuat saluran suara menjadi tidak berguna karena sulit untuk memahami.
C.
Melolong
dibuat oleh umpan balik (feedback).
Echo cancellation adalah tugas prosesor
intensif yang biasanya bekerja atas kisaran sempit suara penundaan.
2. Multipoint videoconference
Konferensi video bersama antara tiga tempat
jauh atau lebih dimungkinkan melalui Multipoint Control Unit atau MCU. MCU
merupakan jembatan yang menghubungkan panggilan dari beberapa sumber dalam cara
yang mirip dengan panggilan audio konferensi. Semua pihak memanggil unit MCU,
atau unit MCU juga dapat menghubungi pihak-pihak yang akan berpartisipasi,
secara berurutan. Ada jembatan MCU untuk IP dan ISDN berbasis konferensi video.
Ada MCU yang murni perangkat lunak, dan yang lain merupakan kombinasi dari
perangkat keras dan perangkat lunak. Sebuah MCU dikarakterisasi berdasarkan
jumlah panggilan simultan yang dapat ditangani, kemampuan MCU untuk melakukan
perubahan protokol dan tarif data serta fitur-fitur lain. MCU dapat berdiri
sendiri sebagai perangkat keras atau dapat dimasukkan ke dalam unit konferensi
video terdedikasi.
Beberapa sistem mampu melakukan konferensi
multipoin tanpa MCU. Hal ini menggunakan teknik standar H.323 yang dikenal
sebagai decentralized multipoint, dimana setiap stasiun dalam panggilan
multipoin bertukar video dan audio secara langsung dengan stasiun lain tanpa
pusat pengaturan. Keuntungan dari teknik tanpa MCU adalah video dan audio
secara umum memiliki kualitas yang lebih tinggi karena tidak harus disampaikan
melalui titik pusat. Selain itu, pengguna dapat membuat panggilan multipoin
ad-hoc tanpa memerdulikan ketersediaan atau kontrol dari MCU.
3. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan konferensi video antara lain:
a.
Meningkatkan
produktivitas karena kemampuan VTC untuk berbagi dokumen, ide atau
gambar dengan mudah.
b.
Menghemat
biaya.
c.
Menghemat
waktu.
Kelemahan konferensi video antara lain:
a.
Harga
masih terbilang mahal untuk dimiliki sehingga hanya perusahaan atau organisasi
tertentu yang mempunyai cukup dana dan sangat membutuhkan yang memiliki
konferensi video.
b.
Alat-alat
untuk konferensi video sulit didapat dan proses penginstalan harus ekstra
hati-hati agar tidak salah.
4. Standarisasi
International Telecommunication Union atau
ITU (sebelumnya: Komite Konsultasi Internasional Telegrafi dan Telepon)
memiliki tiga payung standar untuk konferensi video, yaitu:
a.
ITU H.320
dikenal sebagai standar untuk Public Switched Telephone Networks atau konferensi
video melalui ISDN basic rate interface atau primary rate interface. H.320 juga
digunakan pada jaringan khusus seperti T1 dan satelit berbasis jaringan.
b.
ITU H.323
dikenal sebagai standar untuk mengangkut aplikasi multimedia melalui LAN. Standar
yang sama juga berlaku untuk implementasi yang lebih awal dari VoIP. Dalam
beberapa tahun terakhir, Session Initiation Protocol dari IETF telah memperoleh
momentum dalam praktek untuk kedua layanan.
c.
ITU H.324
adalah standar untuk pengiriman melalui POTS, atau jaringan telepon audio. 3G-
324M adalah implementasi 3GPP untuk panggilan video (video call) pada telepon
seluler 3G.
5. Masalah
Ada dua masalah yang menonjol mencegah
konferensi video menjadi bentuk komunikasi standar meskipun dimana-mana sistem
mempunyai kemampuan konferensi video.
a.
Kontak
mata: Telah diketahui bahwa kontak mata memainkan peran besar dalam percakapan,
merasa perhatian dan niat serta aspek lain dari komunikasi kelompok. Sementara
percakapan telepon biasa tidak memberikan isyarat kontak mata, konferensi video
dapat dikatakan lebuh buruk dimana memberi kesan yang salah bahwa berbicara
jarak jauh adalah menghindari kontak mata.
b.
Penampilan
kesadaran: Masalah kedua dengan konferensi video adalah saat sedang di depan kamera, dengan aliran video secara mungkin
dapat direkam. Beban presentasi yang dapat diterima pada penampilan layar tidak
hadir dalam komunikasi audio saja. Penambahan video sebenarnya mengganggu
komunikasi, mungkin karena kesadaran saat di depan kamera.
Masalah kontak mata dapat diselesaikan dengan kemajuan teknologi,
sedangkan kemungkinan munculnya masalah kesadaran akan luntur ketika
orang-orang telah terbiasa dengan konferensi video.
a. Dampak
Masyarakat umum
Konektivitas internet berkecepatan tinggi
telah tersedia lebih banyak dengan biaya terjangkau serta biaya pengambilan
video dan tampilan teknologi telah menurun. Akibatnya sistem konferensi video
pribadi berdasarkan webcam, sistem komputer pribadi, kompresi perangkat lunak
dan konektivitas internet broadband telah menjadi terjangkau bagi masyarakat
umum. Selain itu, perangkat keras yang digunakan untuk teknologi ini terus
meningkatkan kualitas tetapi harga telah menurun drastis.
Ketersediaan freeware (sering sebagai bagian dari program chatting)
telah membuat perangkat lunak berbasis konferensi video dapat diakses oleh
banyak orang.
Konferensi video menambahkan alternatif lain yang mungkin dapat
dipertimbangkan bila :
·
Percakapan
langsung dibutuhkan;
·
Informasi
visual merupakan komponen penting dari percakapan;
·
Pihak
percakapan tidak bisa secara fisik datang ke lokasi yang sama, atau
·
Biaya
atau waktu perjalanan adalah suatu pertimbangan.
b. Pendidikan
Konferensi video memberikan kesempatan kepada
siswa untuk belajar dengan berpartisipasi dalam bentuk komunikasi dua arah.
Selain itu, guru dan dosen dari seluruh dunia dapat dibawa ke kelas di daerah
terpencil. Siswa dari beragam komunitas dan latar belakang dapat datang bersama
untuk belajar tentang satu sama lain. Siswa mampu mengeksplorasi,
berkomunikasi, menganalisis, dan berbagi informasi dan ide dengan satu sama
lain. Melalui konferensi video siswa dapat mengunjungi bagian lain dari dunia
untuk berbicara dengan orang lain, mengunjungi kebun binatang, museum dan
sebagainya, untuk belajar. Sekolah kecil dapat menggunakan teknologi konferensi
video untuk menyatukan sumber daya dan mengajar kursus (seperti bahasa asing)
yang tidak dapat ditawarkan.
c. Bisnis
Konferensi video dapat memungkinkan individu
di tempat-tempat jauh untuk mengadakan rapat dalam waktu singkat. Waktu dan
uang yang dulu dikeluarkan dalam perjalanan dapat digunakan untuk pertemuan
singkat. Teknologi seperti VoIP dapat digunakan dalam hubungan dengan
konferensi video untuk mengaktifkan pertemuan bisnis tatap muka biaya rendah
tanpa meninggalkan meja, terutama untuk bisnis dengan kantor tersebar luas.
Teknologi ini juga digunakan untuk
telecommuting, di mana karyawan bekerja dari rumah.
d. Obat dan kesehatan
Konferensi video adalah teknologi yang sangat
berguna untuk telemedicine dan aplikasi telenursing, seperti diagnosis,
konsultasi, pengiriman gambar medis, dan lain-lain. Dengan menggunakan
konferensi video, pasien dapat menghubungi perawat dan dokter dalam keadaan
darurat atau situasi rutin, dokter dan paramedis profesional dapat
mendiskusikan kasus di jarak yang jauh. Daerah pedesaan dapat menggunakan
teknologi konferensi video untuk tujuan diagnostik sehingga menyelamatkan nyawa
dan membuat penggunaan uang perawatan kesehatan menjadi lebih efisien. Perangkat
khusus seperti mikroskop dilengkapi dengan kamera digital, videoendoscopes,
perangkat USG, otoscopes, dan lain-lain dapat digunakan bersama-sama dengan
peralatan konferensi video untuk mengirimkan data tentang pasien.
e. Hubungan media
Konsep press video conference dikembangkan
pada Oktober 2007 oleh African Press Organization atau APO untuk mengizinkan
wartawan Afrika internasional untuk berpartisipasi dalam konferensi pers
tentang masalah pembangunan dan pemerintahan yang baik. Press videoconference
memungkinkan untuk mengatur sebuah konferensi pers internasional menggunakan
konferensi video melalui Internet. Wartawan dapat berpartisipasi untuk sebuah
konferensi pers internasional dari mana saja tanpa meninggalkan kantor.
Wartawan hanya perlu duduk di depan komputer yang terhubung ke internet dan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pembicara.
BAB IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Dari keseluruhan hasil penulisan artikel ini, dapat dikatakan bahwa user
interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar user
mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut. Dalam hal ini penggunaan bahasa
amat efektif untuk membantu pengertian, karena bahasa merupakan alat tertua
barangkali kedua tertua setelah gesture yang dipakai orang untuk berkomunikasi
sehari-harinya. Praktis semua pengguna komputer dan Internet kecuali mungkin
anak kecil yang memakai komputer untuk belajar membaca dapat mengerti tulisan.
Meski pada umumnya panduan user interface menyarankan agar ikon tidak diberi
tulisan supaya tetap mandiri dari bahasa, namun elemen user interface lain
seperti teks pada tombol, caption window, atau teks-teks singkat di sebelah
kotak input dan tombol pilihan semua menggunakan bahasa. Tanpa bahasa pun
kadang ikon bisa tidak jelas maknanya, sebab tidak semua lambang ikon bisa
bersifat universal.
DAFTAR PUSTAKA
[1]Panitia Penyelenggara, “The Power ICT in Education”, Makalah
Disampaikan pada Seminar Nasional ICT Prodi. Teknologi Pendidikan, PPs UNJ,
Jakarta, 15 April 2008, h. 1.
[2] Wawan Wardiana, “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia”,
Makalah Disampaikan pada Seminar dan Pameran Teknologi Informasi, UNIKOM,
Yogyakarta, 9 Juli 2002, h.2.
[3] Zulkarnain Nasution, Teknologi Komunikasi Dalam Perspektif Latar
Belakang dan Perkembangannya, Buku Kesatu, (Jakarta: FEUI, 1989), h.2.
[4]Http://hotaruu.wordpress.com/2009/11/24/teknologi-layanan-dan-fitur-di-interface-
telamatika/
[5]Http://mala06-telematika-telematika.blogspot.com/2009/12/fitur-pada-antar-muka-
telematika.html